Welcome To My Blog

Minggu, 02 Desember 2012

Cara-cara Hewan Melindungi Diri Dari Musuhnya

Ternyata hewan juga seperti  manusia, ketika mereka terancam pasti mereka mengeluarkan cara-cara untuk menghindari dan meloloskan diri dari musuhnya.
Berikut ini, cara-cara hewan untuk menghindari dari musuhnya :

1. Bunglon

gambar 1. Bunglon



Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
B. jubata
Bunglon atau londok (bahasa Sunda) adalah sejenis reptil yang termasuk ke dalam suku (familia) Agamidae. Bunglon meliputi beberapa marga, seperti Branchocela, Calotes, Ganocephalus, Pseudocalotes dan lain-lain. Bunglon bisa mengubah-ubah warna kulitnya, meskipun tidak sehebat perubahan warna chamaeleon (suku Chamaeleonidae). Biasanya berubah dari warna-warna cerah (hijau, kuning, atau abu-abu terang) menjadi warna yang lebih gelap, kecoklatan atau kehitaman.
Di saat Bunglon merasa terancam , Ia akan mengubah warna kulitnya menjadi serupa dengan warna lingkungan sekitarnya, sehingga keberadaannya tersamarkan. Kemampuan bunglon mengubah warna 
kulitnya disebut mimikri.


   2. Walang sangit


gambar 2. walang sangit
      




   Walang sangit (Leptocorisa oratorius), adalah serangga yang menjadi hama penting pada tanaman budi daya, terutama padi. Hewan ini mudah dikenali dari bentuknya yang memanjang, berukuran sekitar 2 cm, berwarna coklat kelabu, dan memiliki "belalai" (proboscis) untuk menghisap cairan tumbuhan. Walang sangit adalah anggota ordo Hemiptera (bangsa kepik sejati).
     Walang sangit menghisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) dan juga cairan buah padi yang masih pada tahap masak susu sehingga menyebabkan tanaman kekurangan hara dan menguning (klorosis), dan perlahan-lahan melemah.
      Hama hewan ini menunjukkan bentuk pertahanan dirinya, yaitu mengeluarkan aroma yang menyengat hidung (sehingga dinamakan "sangit"). Sebenarnya tidak hanya walang sangit yang mengeluarkan aroma ini, tetapi juga banyak anggota Alydidae lainnya.


      3. Walang daun


gambar 3. walang daun

Walang daun hidup pada tumbuhan yang bentuk dan warna daunnya mirip dengan tubuh walang daun.  Dari bentuk dan warna daun tumbuhan itulah makanya walang daun mengadakan penyamaran sehingga sulit dikenali.

      4. Harimau, anjing dan singa

gambar 4. harimau

Harimau atau macan tergolong dalam kerajaan hewan dalam filum kordata (mempunyai saraf tulang belakang), sub-filum vertebrata (bertulang belakang), kelas mamalia (berdarah panas, berbulu dengan kelenjar susu), pemakan daging (karnivora), keluarga felidae (kucing), genus panthera, spesies tigris (harimau).
Loreng pada kebanyakan harimau bervariasi dari coklat ke hitam. Bentuk dan kepadatan lorengnya berbeda-beda     sub spesies satu dengan yang lain, tapi hampir semua harimau memiliki lebih dari 100 loreng. harimau jawa yang sekarang sudah punah kemungkinan memiliki loreng yang lebih banyak lagi. Pola loreng unik setiap harimau, dan dapat digunakan untuk membedakan satu sama lain, mirip dengan fungsi sidik jari yang digunakan untuk mengindentifikasi orang. Fungsi loreng adalah untuk kamuflase, yaitu untuk menyembunyikan mereka dari mangsanya.
Anjing adalah mamalia yang telah mengalami domestikasi dari serigala sejak 15.000 tahun yang lalu atau mungkin sudah sejak 100.000 tahun yang lalu berdasarkan bukti genetik berupa penemuan fosil dan tes DNA.  
Anjing telah berkembang menjadi ratusan ras dengan berbagai macam variasi, mulai dari anjing tinggi badan beberapa puluh cm seperti chihuahua hingga Irish wolfhound yang tingginya lebih dari satu meter. Warna rambut anjing bisa beraneka ragam, mulai dari putih sampai hitam, juga merah, abu-abu dan coklat. Selain itu, anjing memiliki berbagai jenis rambut, mulai dari yang sangat pendek hingga yang panjangnya bisa mencapai beberapa sentimeter. Rambut anjing bisa lurus atau keriting, dan bertekstur kasar hingga lembut seperti benang wol.
Singa (Sanskerta: Siᚃha) atau dalam nama ilmiahnya Panthera leo adalah seekor hewan dari keluarga felidae atau jenis kucing. Singa merupakan hewan yang hidup dalam kelompok. Biasanya terdiri dari seekor jantan dan banyak betina. Kelompok ini lantas menjaga daerah kekuasaannya. Berat Singa jantan 150 kg-250 kg. kalau singa betina berat nya 120-185 kg Umurnya antara 10 sampai 15 tahun di hutan. Tetapi jika dipelihara bisa sampai 20 tahun lebih.

  5.  Sapi, kambing, kerbau, dan kijang


gambar 5. kerbau

Sapi, kerbau, kambing dan kijang adalah hewan – hewan yang memiliki tanduk. Dengan tanduk itulah hewan – hewan ini melindungi diri dari musuhnya.

      6. Kalajengking, kelabang dan lebah

gambar 6. kalajengking

Kalajengking, kelabang dan lebah melindungi diri dari musuhnya dengan cara menyengat.Hewan – hewan penyengat tersebut mengeluarkan bisa (racun) yang dapat membunuh ketika menyengat musuhnya.

      7. Ular


gambar 7. ular
Ular adalah hewan melata. Ada ular yang berbisa dan adapula ular yang tidak berbisa. Ular    berbisa melindungi diri dari musuhnya dengan menggigit musuhnya sambil mengeluarkan bisa, sedangkan ular tidak berbisa melindungi diri dari musuhnya dengan cara melilit musuhnya. Bisa ular dapat mematikan dan lilitan ular dapat menyebabkan tulang menjadi   remuk.

      8. Cumi – cumi

gambar 8. cumi-cumi
Cumi – cumi adalah sejenis ikan yang hjidup di laut. Cumi – cumi dalam melindungi diri dari musuhnya dengan menyemprotkan cairan hitam dan berwarna seperti tinta.

      9. Siput, keong racun (bekicot) dan kura – kura

gambar 9. siput
Siput, keong racun dan kura – kura adalah hewan yang memiliki tempurung yang keras. Tempurung  itulah yang digunakan sebagai perlindungan diri dari musuhnya.

      10. Cecak

gambar 10. cecak
Cecak melindungi diri dari musuhnya dengan cara memutuskan ekornya. Jika cecak  diserang musuhnya maka ekor cecak akan putus dan bergerak – gerak, sehingga musuh mengira bahwa itu adalah cecak. Kemampuan memutuskan ekor pada cecak disebut autotomi.

Demikianlah beberapa jenis hewan dan cara melindungi dari dari musuhnya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar